Pdt. Benny T. dan Ibu Novi Tambunan & Alpian H. and Bunga Hutabarat
Alpian Hutabarat. and Bunga Hutabarat
Benny Tambunan & Novi Tambunan
Bunga Roselina at Anyer Beach
Alpian Hutabarat Memimpin diskusi Sekolah Sabat
Alpian Hutabarat & Bunga Roselina Pandiangan
Banner Reatreat GMAHK Jemaat Jambrut

Selasa, 17 November 2015

REKAMAN SUARA NOVANTO

Jakarta, 17 November 2015

REKAMAN SUARA NOVANTO DENGAN DIRUT PT. FREEPORT

Sedang dicari suara rekaman suara Novano yang mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kala, meminta Saham Freeport

Bagi siapa saja yang sudah mendapatkannya dapat menberitahukan kami melalui web ini di bagian komentar he...he...he,..

Berikut in diduga ranskrip rekaman  ..



Sumber dari merdeka.com

Senin, 16 November 2015

BANGUN FONDASI PENDIDIKAN

AJARKAN ANAK-ANAK BUDAYA ANTRI

FUNDAMENTAL PENDIDIKAN

Seorang guru di Australia pernah berkata kepada saya:

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak-anak SD kami tidak pandai Matematika. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu?” Saya mengekspresikan keheranan saya, karena yang terjadi di negara kita kan justru sebaliknya.

Inilah jawabannya:

1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG, DAN BAGI. Sebagian mereka akan menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dan sebagainya.

3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa di balik MENGANTRI ?”

”Oh, banyak sekali pelajaran berharganya,” jawab guru kebangsaan Australia itu.

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.

3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting.

4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri).

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.

10. Anak belajar memiliki RASA MALU jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Anak belajar bekerja sama dengan orang2 yang ada di dekatnya, jika misalnya sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.

12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain

13. Anak belajar utk tidak mengambil apa yg menjadi hak orang lain, di sinilah titik awal anak utk belajar TIDAK KORUPSI.


Sumber : Dari Narasumber

Senin, 09 November 2015

RETREAT GEREJA ADVENT JALAN JAMBRUT

Jakarta, 9 November 2015

REREAT GMAHK JEMAAT JAMBRUT




Retreat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Jalan Jambrut No. 13 Jakarta Pusat dilaksanakan pada tanggal 6-8 November 2015 di Allisa Resort Hotel Anyer, Banten.

Sebagian besar anggota jemaat berangkat dari Gereja pada tanggal 6 November 2015 dari Gereja Advent Jl. Jambrut No. 13 Jakarta Pusat.

Bis yang disewa adalah bis Pariwisata dengan kapasitas penumpang sebanyak 56 kursi. Namun yang berangkat menggunakan bis hanya 40 orang saja, sehingga bis kelihatan longgar.

Sampai di Allisa Resort Hotel Anyer kira-kira jam 08:00. Disambut dengan wellcome drink yang disiapan di Cafe dekat pantai.

Peserta tidak bisa langsung masuk ke kamar masing-masing, karena check in baru bisa jam 12:00. Oleh karena itu peserta mengambil tempat di tepi pantai untuk memandang keindahan alam laut yang ada di Anyer.

Menjelang jam 09:00, Pendeta Benny menyampaikan kepada Pimpinan Sekolah Sabat agar acara dimulai saja Jam 09:00 karena tidak ada lagi yang ditunggu.

Oleh karena itu, semua peserta dipanggil dari tepi pantai dan kamar penitia yang sudah menginap sejak Jumat malam, agar segera memasuki ruang Aula, Namun sebelum acara Sekolah Sabat dimulai, disempatkan dulu berfoto ria di samping kolam. he... he... he..



Acara sekolah Sabat dipimpin oleh Sektretaris Sekolah Sabat, Astri Lumentut





Doa Buka dan Ayat Inti oleh Wakil Pimpinan Sekolah Sabat, Lamdor Rajagukguk

Berita Mission diganti dengan kesaksian oleh Edi Todindi dan Telli Katipana.

Kidung Pujian Khusus oleh Anggota Majelis Pria. 

Yang ikut  nyanyi kok hanya 7 orang???


Kata Sambutan dibawakan oleh Ketua Vecky Waworuntu.




Diskusi Pelajaran Sekolah Sabat dipimpin oleh Pemimpin Sekolah Sabat, Alpian Hutabarat



Doa Tutup Ibadah Sekolah Sabat oleh Ketua, Palmer Sagala








ACARA KHOBAH

Acara Khotbah dipimpin oleh Ketua Victor Lanes

Khotbah oleh Pdt. Benny Tambunan




Bacaan Persembahan oleh Ibu Ida Tamboen




Selesai Khobah dilanjutkan dengan Pengumuman untuk Akomadasi....dan makan siang...

Acara siang sampai sore hari Dipimpin oleh Ketua Palmer Sagala dengan thema All for gospeling.
dengan pembahasan :
1. Menginjil melalui pola hidup oleh Ketua Ibu Ida Tamboen
2. Menginjil melalui Musik oleh Bunga Huabarat
3. Meninjil melalui Kesehatan oleh dr. Telly Katipana
4. Menginjil melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi oleh Alpian Hutabarat
5. Menginjil melalui Penurutan kepada Pemerintah seperti yang dituliskan oleh Rasul Paulus dalam Roma 13 ayat 1-7 dibawakan oleh M. Ritonga

Dilanjukan dengan Acara Tutup Sabat

Setelah makan malam dengan ikan bakarnya yang begitu sedap, kemudian dilanjutkan dengan Games yang dilaksanakan di ruang Aula, Games dipimpin oleh Ketua Palmer Sagala.

Games yang dilaksanakan antara lain:
1. Memasukkan sumpit ke botol aqua yang diikat di belakang
2. Memecahkan balon dengan menubrukkannya di perut oleh dua orang peserta
3. Memasang dasi pasangan (suami istri, anak-ibu)
4. Misteri (menebak benda yang ditunjuk oleh peserta oleh seseorang yang pintar, yaitu dr. Telly
5. Berdiri di atas koran berkelompok
6. Kuis berhadiah

Acaranya heboh, semua peserta ikut terlibat dan gembira.

Satu yang menjadi misteri adalah rumus  permainan menebak benda yang dilakukan oleh Ketua Palmer Sagala dan dr. Telly berlum ketemu, semoga tidak terus penasaran.
Alpian Hutabarat mencoba menebak formulanya, namun belum berhasil....











Acara api unggun dilaksanakan pada jam 10.00 malam



Pagi hari Minggu jam 05:00 pagi dilaksanakan renungan pagi oleh Pdt. John Waworuntu, dilanjutkan dengan Senam Pagi yang dipimpin oleh Esther Hutabarat dan Bunga Hutabarat.
Kemudian acara oleh raga bebas menunggu serapan pagi dan selfie-selfie..
Ketua Ida Tamboen berlari pagi di dermaga..

Setelah serapan pagi dilaksanakan acara games-games yang menarik yang dipimpin oleh Ketua Palmer Sagala.
Melalui Games dan kuis peserta memboyong hadiah yang banyak. Tidak ada peserta yang tidak membawa  hadiah. Semua bersuka cita dalam kebersamaan.


 Ayo Ketua Victor Lanes Makan cepat kerupuknya.....


Berjalan bersama dengan balon. Awas kalau jatuh dan pecah akan gurur, batal jadi menang, tangan ditaruh di kepala ya.... Balonnya tidak bisa dipegang


Putri Sioan menerima hadiah .....

Acara terakhir dan juga menarik adalah main bola air di kolam


Kelompok 1 dan kelompok 2 bermain imbang dengan skor 6-6